Tuesday, August 29, 2017

Modul 3 : MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan

Modul 3 : MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan

MKDU4111 - PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Dr. Zainul Ittihad Amin,. Drs., M.Si.



MODUL 3

Ketahanan Nasional ( Tannas )

        

Kegiatan Belajar 1

Latar Belakang Tannas Indonesia

          Bangsa Indonesia mengalami penjajahan yang cukup lama, perlawanan demi perlawanan dilakukan, tetapi tidak pernah berhasil karena tidak adanya persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah ( Belanda, Inggris, Portugis, dan Jepang ). Kendatipun kemerdekaan telah diproklamasikan, perlawanan terhadap penjajah yang ingin menguasai kembali Indonesia terus dilanjutkan dengan perjuangan bersenjata dan diplomasi. Perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa dipadamkan sampai negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi kenyataan.
          Perjuangan mengusir penjajah dan menghadapi macam bentuk konflik di dalam negeri namun tetap membuat Negara Kesatuan RepublikIndonesia tegak berdiri karena mempunyai keuletan atau kemampuan dan ketangguhan untuk mempertahankan diri sebagai bangsa yang merdeka.
          Hal inilah yang melahirkan konsep tannas. Tannas adalah kondisi dinamik yang merupakan integrasi dan kondisi tiap - tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pada hakikatnya, tannas adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin kita capai dan agar dapat secara efektif dihancurkan ancaman - ancaman, diatasi tantangan - tantangan, dilenyapkan hambatan - hambatan, dan gangguan - gangguan yang timbul, baik dari luar maupun dari dalam, perlu dipupuk terus menerus. Tannas meliputi segala aspek kehidupan bangsa dan negara.
          Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan tannas. Selanjutnya, tannas yang tangguh akan lebih mendorong lagi pembangunan nasional.



Kegiatan Belajar 2

Pengertian Landasan, Asas, dan Ciri Tannas Indonesia

          Tannas pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
          Dalam fungsinya sebagai sistem pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan nasional maka dalam penyelenggaraan atau pembinaan tannas dilakukan dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kedua pendekatan itu (kesejahteraan - keamanan) tidak kita pisahkan dan hanya bisa dibedakan bak satu keping mata uang, sisi yang satu berupa aspek kesejahteraan dan sisi yang lainnya berupa aspek keamanan. Penekanan pada salah satu aspek tergantung pada kondisi yang dihadapi oleh suatu bangsa.
          Tannas dilandasi oleh Wasantara dalam upaya mencapai tujuan dan cita - cita bangsa sebagai pengejawantahan Pancasila.
          
          Asas tannas, yaitu (1) pendekatan kesejahteraan dan keamanan. (2) komprehensif dan integral. Sebagai doktrin ia merupakan cara terbaik yang diakui kebenarannya dan dijadikan pedoman dalam memenuhi tuntutan perkembangan, bangsa dan lingkungan hidup dan kejayaan bangsa dan negara.
          Sebagai metode pemecahan masalah maka ia akan menjelaskan :
  1. kondisi kehidupan nasional dalam suatu waktu.
  2. memprediksi kehidupan nasional pada waktu yang akan datang.
  3. mengendalikan kehidupan nasional agar sesuai dengan kondisi yang diharapkan atau ditetapkan.

          Selain mempunyai asas ia juga mempunyai sifat, yaitu :
  1. manunggal
  2. mawas ke dalam dan ke luar
  3. kewibawaan
  4. berubah menurut waktu
  5. tidak membenarkan adu kekuatan atau adu kekuasaan, dan
  6. percaya pada diri sendiri
          Tannas sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan sistem kehidupan nasional mempunyai wajah dan fungsi. Wajah tannas dalam bentuk kondisi, doktrin, dan metode. Sebagai kondisi merupakan totalitas segenap aspek kehidupan bangsa yang didasarkan nilai persatuan dan kesatuan ( Wasantara ) untuk mewujudkan daya tangkal, daya kekebalan dan daya kena dalam berinteraksi dengan lingkungan. Sebagai doktrin ia merupakan cara terbaik yang ada untuk mengimplementasikan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Sebagai metode ia merupakan cara pemecahan masalah nasional dalam perkembangan bangsa dan untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara.
          Fungsi tannas adalah sebagai doktrin perjuangan nasional, metode pembinaan kehidupan nasional, pola dasar pembangunan nasional dan sebagai sistem kehidupan nasional.



Kegiatan belajar 3

Pendekatan Astagatra, Keterkaitan Antargatra, dan Ketahanan Gatra dalam Sistem Tannas Indonesia

          Pengelompokan bidang kehidupan bangsa Indonesia dibuat dalam 8 kelompok gatra ( model ) bidang kehidupan. Kedelapan gatra tersebut ( Astagatra ) dibagi dalam dua kelompok, yaitu trigatra (geografi, sumber kekayaan alam, dan demografi) dan pancagatra ( ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam ).
          Gatra - gatra tersebut dapat dibedakan secara teoretik tetapi tidak bisa dipisahkan karena keterkaitan yang kuat satu sama lain. Oleh karena itu, astagatra ini harus dilihat secara holistik dan integral ( bulat utuh menyeluruh ).
          Trigatra bersifat statis danPancagatra bersifat dinamis. Trigatra merupakan modal dasar untuk meningkatkan Pancagatra. Kelemahan di dalam satu gatra dapat mempengaruhi gatra yang lain dan sebaliknya meningkatnya kekuatan pada salah satu gatra dapat meningkatkan gatra yang lain ( sinergi ).
          Tannas pada hakikatnya adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan. Dalam rangka itu, peranan gatra terhadap kondisi kesejahteraan dan keamanan sebagai berikut :
  1. Ada gatra yang sama besar peranannya untuk kesejahteraan dan keamanan.
  2. Ada gatra yang lebih besar peranannya untuk kesejahteraan daripada keamanan.
  3. Ada gatra yang lebih besar peranannya untuk keamanan daripada kesejahteraan.
          Trigatra, ideologi, politik peranannya sama besar dalam kesejahteraan dan keamanan. Gatra Ekonomi, sosial budaya lebih besar untuk kesejahteraan daripada keamanan. Hankam lebih besar untuk kesejahteraan keamanan daripada kesejahteraan. Tannas merupakan resultan ( hasil ) dari ketahanan masing - masing aspek kehidupan ( gatra ).



Kegiatan Belajar 4

Perwujudan Tannas Indonesia

          Dalam upaya mewujudkan tannas Indonesia maka harus dilakukan pembangunan dalam segenap aspek kehidupan bangsa Indonesia ( Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam ).
          Pembangunan di bidang ideologi diarahkan pada penghayatan dan pengamalan Pancasila, sebagai penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara bagi setiap warga negara Indonesia. Hanya ideologi Pancasila yang paling tepat atau cocok bagi masyarakat majemuk seperti Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan ideologi  " lintas kultural " yang telah diterima oleh rakyat Indonesia dan telah diuji kebenarannya.
           Pembangunan di bidang politik telah menghasilkan kerangka landasan sistem politik demokrasi Pancasila. Sementara itu budaya politik, komunikasi politik dan partisipasi politik perlu dikembangkan. Selain itu, perlu diciptakan keseimbangan kekuatan antara suprastruktur, infrastruktur dan substruktur politik di Indonesia. Pembangunan Nasional dilakukan untuk mengatasi kelemahan - kelemahan tersebut di atas sehingga akan memperkokoh ketahanan bidang politik Indonesia. 
          Pembangunan di bidang ekonomi telah membuat struktur perekonomian kita makin seimbang antara sektor pertanian, industri dan jasa serta pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi. Namun demikian, perlu dikokohkan perindustrian kita ( industri hulu - industri hilir ) sehingga tingkat ketergantungan kita kepada barang impor rendah, ekspor non-migas ditingkatkan yang akan mendorong peningkatan devisa negara, serta high cost ekonomi dihilangkan. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan perekonomian dan pemerataan hasil - hasil pembangunan lebih meningkat. Hal ini akan memperkokoh tannas Indonesia di bidang ekonomi.
          Pembangunan nasional di bidang sosial budaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemajemukan bangsanya ( Bhinneka Tunggal Ika ) sehingga makin meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat. Tetapi yang masih perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional, ialah dihilangkannya sikap primordialisme, kolusi, korupsi dan nepotisme. Ditingkatkannya disiplin nasional, pemasyarakatan budaya Pancasila, dan peningkatan keteladanan oleh para pemimpin di semua tingkat, baik itu pemimpin formal maupun informal. Peningkatan pembangunan untuk mengatasi kelemahan - kelemahan di bidang sosial budaya ini akan memperkokoh ketahanan sosial budaya Indonesia.  
          Pembangunan di bidang hankam telah menanamkan tradisi pejuang dan doktrin hankamrata yang diterapkan ke dalam sishankamrata. Namun demikian, sishankamrata tersebut masih perlu ditingkatkan dan dimasyarakatkan, kesadaran bela negara dalam arti luas perlu dimasyarakatkan. Peningkatan pembangunan untuk mengatasi kelemahan - kelemahan akan memperkokoh ketahanan, di bidang pertahanan dan keamanan Indonesia.  


Kegiatan Belajar 5

Pembinaan Tannas Indonesia

          Pembangunan nasional yang dilakukan oleh bangsa Indonesia, pada dasarnya untuk mewujudkan tannas. Titik berat pembangunan nasional pada bidang ekonomi karena bidang ekonomi ini mempunyai " daya biak " terhadap bidang - bidang kehidupan lainnya, untuk meningkatkan spektrum kemampuan kita sebagai bangsa dan negara. 
          Peningkatan spektrum kemampuan tersebut untuk menghasilkan daya kembang, daya tangkal dan daya kena. Untuk itu, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang "berkualitas". Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi ( menguasai ilmu pengetahuan dan teknoligi serta dilandasi oleh iman dan taqwa berakar pada budaya Pancasila ) merupakan kunci dari peningkatan tannas. Oleh karena itu, dalam pembangunan nasional, pembangunan sumber daya manusia merupakan titik sentral dan hal ini sejalan dengan hakikat pembangunan nasional Indonesia yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. 
          Dalam pembangunan nasional diperlukan pimpinan nasional yang kuat, berwibawa, serta mampu mempersatukan bangsa serta mempunyai visi ke depan membawa bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan dan cita - cita nasional.
          Dalam ketatanegaraan Indonesia, mekanisme kepemimpinan nasional telah ditetapkan yang dikenal dengan mekanisme kepemimpinan 5 tahun yang dibagi dalam 13 tahapan.
          Dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat ini perlu diwaspadai masih adanya bahaya laten yang bersifat ideologi maupun non-ideologi yang ingin memecah belah kita sebagai bangsa. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan nasional yang sejalan dengan itu yakni berkehidupan Pancasila ( budaya Pancasila ) yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari - hari.
BERIKUTNYA :