Thursday, September 7, 2017

Modul 5 : MKDU4221 - Pendidikan Agama Islam

Modul 5 : MKDU4221 - Pendidikan Agama Islam

MKDU4221 - PENDIDIKAN AGAMA ISLAM



RANGKUMAN

MODUL 5

Agama sebagai Sumber Moral dan Akhlak Mulia dalam Kehidupan



Kegiatan Belajar 1 

Agama sebagai Sumber Moral

          Agama dalam bahasa Indonesi, religion dalam bahasa Inggris, dan di dalam bahasa Arab merupakan sistem kepercayaan yang meliputi tata cara peribadatan hubungan manusia dengan Sang Mutlak, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam lainnya yang sesuai dengan kepercayaan tersebut.
          Dalam studi agama, para ahli agama mengklasifikasikan agama ke dalam pelbagai kategori. Menurut Al-Maqdoosi agama diklasifikasikan menjadi 3 kategori :
  1. Agama wahyu dan non-wahyu
  2. Agama misionaris dan non-misionaris, dan
  3. Agama lokal dan universal 
          Berdasarkan klasifikasi manapun diyakini bahwa agama memiliki peranan yang signifikan bagi kehidupan manusia karena di dalamnya terdapat seperangkat nilai yang menjadi pedoman dan pegangan manusia. Salah satunya adalah dalam hal moral.
          Moral adalah sesuatu yang berkenaan dengan baik dan buruk. Tak jauh berdeda dengan moral hanya lebih spesifik aalah budi pekerti. Akhlak adalah perilaku yang dilakukan tanpa banyak pertimbangan tentang baik dan buruk. Adapaun etika atau ilmu akhlak kajian sistematis tentang baik dan buruk. Bisa juga dikatakan bahwa etika adalah ilmu tentang moral. Hanya saja perbedaan antara etika dan ilmu akhlak (etika Islam) bahwa yang pertama hanya mendasarkan pada akal, sedangkan yang disebut terakhir mendasarkan pada wahyu, akal hanya membantu terutama dalam hal perumusan.
          Di tengah krisis moral manusia modern (seperti dislokasi, disorientasi) akibat menjadikan akal sebagai satu - satunya sumber moral, agama bisa berperan lebih aktif dalam menyelamatkan manusia modern dari krisis tersebut. Agama dengan seperangkat moralnya yang absolut bisa memberikan pedoman yang jelas dan tujuan yang luhur untuk membimbing manusia ke arah kehidupan yang lebih baik.



Tes Formatif

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Agama secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu .....
A. a artinya tidak, gama artinya kacau
B. a adalah cara, gama adalah jalan
C. ag adalah jalan, ama adalah benar
D. a adalah tidak, gama adalah benar

2. Agama secara terminologi meliputi, kecuali .....
A. sistem kredo kepercayaan atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia
B. sistem ritus tata cara peribadatan manusia kepada yang mutlak
C. sistem norma atau tata kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan dengan alam lainnya sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan tersebut
D. sisitem aturan agar tidak kacau

3. Secara garis besar agama diklasifikasikan ke dalam .....
A. tiga
B. dua
C. empat
D. lima

4. Yang tidak termasuk klasifikasi agama adalah .....
A. agama nabi dan agama manusia
B. agama wahyu dan non-wahyu
C. agama misionaris dan non-misionaris
D. agama rasial dan agama universal 

5. Yang tidak termasuk agama wahyu adalah .....
A. Islam
B. Kristen
C. Yahudi
D. Hindu

6. Ilmu yang mempelajari baik dan buruk disebut etika. Karena itu etika bisa dikatakan sebagai .....
A. teori tentang moral
B. sesuatu yang baik dan buruk
C. masalah - masalah baik dan buruk
D. kajian sistematis tentang baik dan buruk

7. " Sumber kebaikan dan keburukan adalah kebahagiaan ". Pernyataan tersebut di kemukakan oleh .....
A. rasionalisme
B. tradisionalisme
C. egoistik hedonisme
D. egoisme

8. Kebaikan dan keburukan diukur oleh kebahagiaan, tetapi kebahagiaan menurut kebanyakan orang yang merasakannya. Aliran ini disebut hedonisme universal. Salah seorang penggagasnya adalah .....
A. Jhon Stuart Mill ( 1806 - 1873 )
B. Epicurus
C. Plato
D. Aristoteles  

9. Sumber utama moral dalam Islam adalah .....
A. tradisi
B. sunnah
C. Al-quran
D. akal

10. Agama masih memiliki peranan yang besar bagi kehidupan manusia modern untuk menghindari krisis moral. Hal tersebut karena ajaran - ajaran agama bersifat .....
A. absolut
B. relatif
C. bisa berubah
D. dapat disesuaikan dengan perubahan



Kegiatan Belajar 2

Akhlak Mulia dalam Kehidupan

          Akhlak dalam praktiknya ada yang muia disebut akhlak mahmudah dan ada akhlak yang tercela yang disebut akhlak madzmumah. Akhlak mulia adalah akhlak yang sesuai dengan ketentuan - ketentuan yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya sedangkan akhlak tercela ialah yang tidak sesuai dengan ketentuan - ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Kemudian dari pada itu, kedua kategori akhlak tersebut ada yang bersifat batin dan ada yang bersifat lahir. Akhlak batin melahirkan akhlak lahir.
          Menurut Al-Ghazali sendi akhlak mulia ada empat : hikmah, amarah, nafsu, keseimbangan di antara ketiganya. Keempat sendi tersebut melahirkan akhlak - akhlak berupa : jujur, suka memberi kepada sesama, tawadlu, tabah, tinggi cita - cita, pemaaf, kasih sayang terhadap sesama, menghormati orang lain, qona'ah, sabar, malu, pemurah, berani membela kebenaran, menjaga diri dari hal - hal yang haram. Sedangkan empat sendi akhlak batin yang tercela adalah keji, bodoh, rakus, dan aniaya. Empat sendi akhlak tercela ini melahirkan sifat - sifat berupa : pemarah, boros, peminta, pesimis, statis, putus asa.
          Akhlak mulia dalam kehidupan sehari diwujudkan baik dalam hubungan dengan Allah - akhlak terhadap Allah, antara lain : tauhid, syukur, tawakal, mahabbah : hubungannya dengan diri sendiri  - akhlak terhadap diri sendiri, antara lain : kreatif dan dinamis, sabar, iffah, jujur, tawadlu : dengan orang tua atau keluarga - akhlak terhadap orang tua, antara lain : berbakti, mendo'akannya, dll. : hubungannya dengan sesama - akhlak terhadap sesama atau masyarakat, antara lain : ukhuwah, dermawan, pemaaf, tasamuh : dan hubungannya dengan alam - akhlak terhadap alam, antara lain : merenungkan, memanfaatkan.


BERIKUTNYA :

- Modul 6 : MKDU4221 - Pendidikan Agama Islam